yah.
itulah slogan apa kata dunia versi saya.
ketika saya melihat iklan disebuah televisi yang mengajak untuk membayar pajak kepada negara.
ada bahkan memberi apresiasi kepada pembayar pajak sejajar pahlawan bangsa .
ok. . .
itu benar,sayapun setuju akan hal itu.
pajak adalah salah satu pemasukan negara yang tentunya untuk membiayai jalanya pemerintahan.
tapi saya tercengang katika mendengar bahwa ada salah satu petugas pajak yang memanfaatkan hak yang bukan seharusnya untuk dia.Dengan jabatan dia yang mungkin bagi saya sudah cukup bisa membiayai keluarganya tapi belumlah cukup untuk bisa membeli rumah yang megah,mobil bernilai ratusan juta rupiah hanya dalam beberapa tahun menjabat saja.
Sebenarnya say faham dan mengerti. .
up's tunggu dulu,jangan berfikiran bahwa saya mendukung tindakan seperti itu.
Saya bisa mengerti kalau dia dapat warisan dari orang tuanya ataupun mertuanya,atau menang jakpot (hari gini main jakpot).
Tapi setelah saya mendengar bahwa itu semua adalah uang hibah saya hanya terkagum-kagum 'dijaman susah begini masih ada ya,yang mau memberikan uangnya kepada orang lain dengan begitu besar.Berarti orang yang diberi hibah adalah orang yang baik,suka menabung dan tidak sombong (eh kok jadi ngelantur sih). . .
AH . . .
angan -anganku hilang seketika saat polisi menyatakan dia adalah target pancarian polisi dikarenakan uang tersebut bukan uang putih (uang bersih/halal).
oh kecewanya hatiku. . .
padahal kusempat kagum padanya,eh gak taunya. . .
ya sudahlah kusudahi dulu kalimat ini,
soalnya ini komputer kampus lagi ada yang ngantri.hi2 jadi malu
sekian dari saya.
bay2